Kecamatan Gomo di Kabupaten Nias Selatan bukan hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan alamnya yang menawan, tetapi juga mulai mencuri perhatian melalui komoditas pertanian unggulannya: kapulaga. Tanaman rempah yang terkenal dengan aroma khas ini kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan ekonomi masyarakat desa di Gomo.
Kapulaga memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Kebutuhan global terhadap rempah ini terus meningkat, terutama untuk industri makanan, minuman, dan farmasi. Petani di Gomo melihat peluang ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengangkat nama daerah ke kancah global.
Program DEKEGO (Desa-Desa Kecamatan Gomo) hadir sebagai motor penggerak. Melalui pelatihan budidaya, sertifikasi ekspor, hingga digitalisasi pemasaran, DEKEGO mendorong petani untuk memproduksi kapulaga berkualitas premium. Proses panen dilakukan secara selektif, biji dikeringkan dengan teknik modern, dan kemasan dibuat sesuai standar internasional.
Selain keuntungan ekonomi, budidaya kapulaga juga ramah lingkungan. Tanaman ini dapat tumbuh di sela perkebunan kopi atau kakao, sehingga memaksimalkan lahan tanpa harus membuka hutan baru. Ini selaras dengan upaya menjaga kelestarian alam Nias Selatan.
Melihat tren pasar, kapulaga Gomo berpotensi menjadi ikon baru ekspor dari Nias Selatan. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan komoditas unggulan berbasis potensi lokal.