Gomo, Nias Selatan – Kapulaga hasil budidaya petani Kecamatan Gomo mulai dilirik pasar internasional. Hal ini terungkap setelah sejumlah sampel kapulaga dari desa-desa DEKEGO lolos uji kualitas di laboratorium ekspor rempah Jakarta.
Kepala Dinas Pertanian Nias Selatan, Firman Giawa, menjelaskan bahwa kapulaga Gomo memiliki aroma kuat, biji utuh, dan kadar air rendah sehingga memenuhi standar ekspor. “Kita sedang mengurus sertifikasi organik dan sertifikat fitosanitari,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Saat ini, kelompok tani di bawah Program DEKEGO sedang memproduksi kapulaga dengan sistem pengeringan modern menggunakan solar dryer dome. Proses ini mempertahankan warna biji tetap cerah dan mencegah kontaminasi.
Sejumlah eksportir dari Uni Emirat Arab dan Jerman telah menyatakan minat untuk membeli kapulaga Gomo. Namun, syarat kontrak menuntut adanya kemasan premium dan label merek yang jelas. Karena itu, pelatihan desain kemasan dan branding menjadi fokus utama DEKEGO tahun ini.
Petani kapulaga, Taufik Lahagu, mengatakan bahwa peluang ekspor ini memotivasi warga untuk meningkatkan kualitas. “Kami mulai belajar sortir biji yang bagus dan mengatur panen supaya seragam,” katanya.
Jika rencana berjalan lancar, ekspor perdana kapulaga Gomo ditargetkan berlangsung awal 2026 dengan kapasitas awal 2 ton per bulan. Pemerintah daerah optimistis komoditas ini akan menjadi andalan ekspor Nias Selatan.
Gomo, Nias Selatan – Sebanyak 11 desa di Kecamatan Gomo resmi meluncurkan Program DEKEGO (Desa-Desa Kecamatan Gomo) pada Selasa (8/8/2025) di Balai Desa Hilimbowo. Program ini bertujuan menjadikan Kecamatan Gomo sebagai sentra produksi kapulaga berkualitas ekspor.
Acara peluncuran dihadiri Bupati Nias Selatan, perwakilan Dinas Pertanian, tokoh adat, dan ratusan petani. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa DEKEGO adalah terobosan strategis untuk mengangkat ekonomi desa.
“Kapulaga kita punya kualitas aroma dan rasa yang sangat baik. Dengan program ini, kita ingin memastikan produk kita memenuhi standar internasional dan bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.
Program DEKEGO memuat enam kegiatan utama: pelatihan prosedur sertifikasi ekspor, pembuatan kemasan premium, pengembangan kemasan berstandar internasional, pembuatan brand “Kapulaga Gomo”, strategi pemasaran digital, dan pemanfaatan platform marketplace berbasis Android.
Ketua panitia peluncuran, Yosafat Hulu, menambahkan bahwa platform DEKEGO akan memudahkan petani memasarkan kapulaga langsung ke pembeli. “Kita ingin potong rantai distribusi supaya petani dapat harga terbaik,” katanya.
Warga menyambut positif program ini. Sarinah Telaumbanua, salah satu petani kapulaga, mengaku senang karena selama ini harga jual di tingkat petani cukup rendah. “Dengan kemasan bagus dan pasar luas, pasti hasilnya lebih baik,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah desa, kelompok tani, dan mitra usaha. Targetnya, pada 2026, Kecamatan Gomo dapat mengekspor kapulaga secara rutin ke Timur Tengah dan Eropa.
Nias Selatan – Kabupaten Nias Barat, yang terletak di ujung barat Pulau Nias, Sumatera Utara, tengah mencuri perhatian pecinta wisata alam dan budaya. Dengan panorama laut biru, ombak yang menantang, hingga tradisi budaya yang autentik, wilayah ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Selama ini, nama Nias identik dengan atraksi lompat batu dan ombak Samudera Hindia yang cocok untuk surfing. Namun, Nias Barat menawarkan lebih dari itu. Pantai-pantai indah seperti Pantai Sirombu, Pantai Onolimbu, dan Pantai Tureloto mempesona wisatawan dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki ombak yang ideal bagi peselancar profesional maupun pemula.
Bupati Nias Barat mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang memprioritaskan pengembangan infrastruktur pariwisata, mulai dari akses jalan, fasilitas umum, hingga promosi digital. “Potensi wisata di Nias Barat luar biasa. Kami punya pantai eksotis, spot snorkeling dan diving, air terjun, serta budaya lokal yang unik. Semua ini jika dikemas dengan baik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Selain wisata bahari, Nias Barat juga kaya akan wisata budaya. Desa-desa tradisional seperti Desa Sirombu dan Desa Lahusa masih mempertahankan rumah adat Nias yang kokoh dan berarsitektur khas. Tradisi lompat batu, tari perang Faluaya, serta berbagai upacara adat menjadi atraksi yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga sarat makna sejarah.
Bagi pecinta alam, Nias Barat menawarkan petualangan menuju Air Terjun Humogo dan Air Terjun Balugu yang tersembunyi di tengah hutan tropis. Trekking menuju lokasi ini memberi pengalaman berbeda, karena wisatawan akan melewati jalur alami yang masih asri dan belum tersentuh pembangunan berlebihan.
Potensi wisata di Nias Barat juga didukung oleh kekayaan kuliner lokal. Hidangan seperti gowi nifufu (ubi tumbuk khas Nias), ikan bakar bumbu rempah, hingga olahan kelapa segar menjadi sajian yang tak boleh dilewatkan. Kuliner ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lengkap.
Meski memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, tantangan pengembangan pariwisata di Nias Barat masih cukup besar. Akses transportasi dari dan ke pulau, promosi yang terbatas, serta keterbatasan fasilitas penunjang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Pemerintah daerah telah berupaya menarik investor untuk membangun akomodasi seperti hotel, resort, dan homestay yang nyaman bagi wisatawan. Selain itu, pelatihan bagi masyarakat lokal di bidang hospitality dan pemandu wisata juga menjadi fokus, agar potensi wisata dapat dioptimalkan tanpa menghilangkan kearifan lokal.
Dengan strategi yang tepat, Nias Barat berpeluang menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keindahan alam yang masih alami, budaya yang autentik, dan keramahan masyarakatnya adalah modal berharga untuk memikat hati wisatawan dari seluruh dunia.
Jika dikelola dengan berkelanjutan, Nias Barat bukan hanya menjadi tujuan liburan, tetapi juga simbol harmoni antara alam, budaya, dan masyarakat. Bagi para pencinta petualangan, Nias Barat adalah surga tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan.